Kapolri: Polri Distribusikan 310,25 Ton Beras SPHP di Empat Polda untuk Stabilkan Harga Pangan

Jumat, 8 Agustus 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Gerakan Pangan Murah di Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). (Dok-Polri)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Gerakan Pangan Murah di Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). (Dok-Polri)

KALBAR, ONLINEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri sudah menyalurkan 310,25 ton beras SPHP ke empat Polda, yaitu Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikan Sigit saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) di Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025).

“Sampai saat ini, Polri berhasil mendistribusikan 310,25 ton beras,” kata Sigit usai meninjau GPM.

Rincian distribusi beras SPHP itu meliputi 283,75 ton untuk wilayah Polda Jateng, 14 ton untuk Polda Banten, 10 ton untuk Polda Jatim, dan 2,5 ton untuk Polda Kalbar.

Baca Juga :  TNI Pastikan Yalimo Papua Kondusif Pasca Kerusuhan, 6 Prajurit Terluka Sudah Membaik

Kapolri menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pemerintah dalam menstabilkan pasokan dan harga pangan.

“Gerakan pangan murah Polri bertujuan mencegah lonjakan harga, menjaga ketersediaan stok, dan mengendalikan inflasi dengan memanfaatkan cadangan beras pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Sabu dan Vape Etimodate di Jakarta Selatan

Sigit juga mengungkapkan, puncak kegiatan ini akan digelar serentak di Mabes, Polda, hingga Polres pada 13 atau 14 Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain beras, GPM Polri juga menyediakan minyak goreng, telur, gula, dan tepung dengan harga lebih terjangkau untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang ramah di kantong,” tutup Sigit. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB